LOMBA PASANGGIRI APRESIASI BAHASA & SASTRA SUNDA TINGKAT SEKOLAH DASAR KABUPATEN SUMEDANG

  • Whatsapp

 

Sumedang, media-istana.com
Gugus 4, Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, mengadakan lomba pasang giri apresiasi bahasa dan sastra sunda, Kamis (30/9/21).

Perlombaan yang diselenggarakan di SD Negeri Citimun 2 tersebut rencananya merupakan ajang seleksi untuk mengikuti lomba tingkat kecamatan.

Perlombaan pasang giri yang melibatkan delapan Sekolah Dasar di Kecamatan Cimalaka itu dibuka oleh Ketua Gugus 4, Hj. Lilis Heriawati, S.pd. Pada saat yang sama hadir pula para pengawas SD, para kepala sekolah, dan para guru pembimbing.

Ketua Gugus 4, Lilis memaparkan, perlombaan pasang giri ini,ada delapan kategori. Yaitu dilombakan yakni lomba bercerita, lomba pupuh, lomba bicara (dialog), lomba mendongeng, lomba sajak,lomba menulis aksara sunda dan lomba bobodoran

Khusus untuk lomba borangan, terang Lilis, para pesertanya diikuti oleh para guru pendidik. Sementara, para siswa yang mengikuti lomba juga tidak sembarang. Pihak panitia telah memutuskan, yang boleh mengikutinya hanya siswa kelahiran tahun 2010 atau kelas V SD.

Masih lanjut Lilis, dengan adanya perlombaan pasang giri ini membuktikan, sekolah tingkat dasar dan guru pendidiknya sama-sama ikut serta dalam meningkatkan seni dan budaya sunda.Tak hanya itu, mereka juga telah menanamkan kecintaan terhadap budaya sunda.

“Mudah-mudahan dengan penyelenggaraan lomba pasang giri sunda ini bisa lebih memotivasi bagi anak anak didik untuk belajar lebih memahami tentang tatanan budaya sunda,” ujar Lilis penuh harap

Sementara itu, Pengawas sekolah dasar se-Kecamatan Cimalaka, Hendi, S.Pd., mengatakan, kegiatan lomba pasang giri apresiasi bahasa dan sastra sunda sangat baik dan harus disambut dengan antusias. Pasalnya, hal ini bisa menumbuhkan bakat serta minat siswa itu sendiri. Khususnya pada bidang seni dan budaya sunda.

Selain itu, lomba tersebut menurut Hendi, bisa memotivasi guru-guru pendidik tentang materi-materi pembelajaran kesundaan tentunya, Apalagi, Kabupaten Sumedang merupakan akselerasi puser budaya sunda .
**Hani Mey

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *