SMPN 2 SIAP SAMBUT PTM SAAT PANDEMI COVID19

  • Whatsapp
banner 468x60

SMPN 2 CIMALAKA SIAP SAMBUT PTM SAAT PANDEMI COVID-19

Sumedang, media-istana.com

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Cimalaka, Gani Suriswanto, S.Pd., M.M.Pd, menyampikan pihaknya siap dengan apapun yang diarahkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumedang terkait sistem pembelajaran selama pandemi Covid-19.

“Sekalipun di arahkan untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh pun, kami sangat siap,” ujarnya, Kamis, (30/9/21).

Keyakinan Gani ini bukan tanpa dasar. Menurutnya, lokasi SMP Negeri 2 Cimalaka tidak begitu terpengaruh dengan kondisi Kabupaten Sumedang saat ini. Mengingat posisinya ada di tengah-tengah.

“Lokasi SMPN 2 Cimalaka saya kira tidak terlalu kota ataupun kampung. Jadi tidak terlalu berpengaruh dengan keadaan Sumedang saat ini,” ujarnya.

Namun demikian, Gani tetap tidak akan memaksakan kehendak. Pihaknya akan senantiasa menunggu arahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.

Gani juga menyebut, sebagaimana dianjurkan Disdik Kabupaten Sumedang, terkait PTM. Pihaknya telah bersinergi dengan para pendidik, para siswa dan orang tua murid, untuk sama-sama mengikuti prorokol kesehatan (prokes) Covid-19 dengan sangat ketat.

“Ini bukan sebatas cerita. Kita telah buktikan dengan dibentuknya satgas covid-19, menyiapkan ruang isolasi dan perlengkapan penunjang lainnya,” terang Gani.

“Saya harap, bila seluruh stakeholder dunia pendidikan dan masyarakat luas benar-benar patuh mengikuti anjuran prokes, PTM penuh tanpa jeda bisa segera terlaksana,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMPN 2 Cimalaka bidang Kurikulum, Cucu Ratnayu, S.Pd, menyampaikan, seluruh peserta didik di lingkungan sekolahnya sangat antusias melaksanakan PTM.

“Saya lihat, semangat belajar peserta didik sangat tinggi. Mungkin ini disebabkan mereka sudah sangat jenuh dengan cara belajar secara online,” tukasnya.

lanjut Cucu, dalam PTM terbatas, pihaknya tidak terlalu memfokuskan para siswa untuk bisa mencapai target kurikulum. Yang dilakukan pihak sekolah hanya memotivasi para siswa dan memberikan wawasan tentang tata cara menjaga hidup sehat. Sementara, soal pemberian materi atau tugas sekolah masih dilaksanakan dengan cara belajar di rumah (study at home)

“Saya kira, dengan cara seperti itu bisa membantu untuk membangkitkan kejenuhan siswa. Sedangkan, pemberian materi lengkap dan tugas sekolah masih tetap dilakukan belajar di rumah

Adapun terkait tatacara pelaksanaan prokes, menurut Cucu, dilaksanakan sesuai prosedur yang telah disepakati. Misal, satu kelas hanya diisi 50 persen dari jumlah siswa, tiap siswa diwajibkan memakai masker, jaga jarak dan menyiapkan pintu masuk dan keluar dengan gerbang yang berbeda,”pungkasnya.**Hani mey

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *