Perwakilan Warga Yang Membela Hak nya, Akhirnya Ditangkap Layaknya Kriminal Kelas Kakap Sampai Ketika Makanpun Kedua Tangan Tetap Di Borgol

  • Whatsapp
banner 468x60

media-istana.com, Sekayu.

Buntut dari ingin di portal nya lahan warga yang dikuasai sebuah perusahaan besar dari Jakarta, perwakilan warga sebanyak lima orang dari Desa Danau Cala Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) ditangkap dan dilakukan penahanan oleh Polsek Sekayu, Jumat 24/9/21.

Amri Bin Daut, Abadi Bin Abusnan, Hendra Bin Hasidin, Heriyadi Bin Lakoni dan Jemi Carter Bin Amri adalah perwakilan warga yang terlibat sengketa lahan dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT IAM.

Redaksi media-istana.com mendapat telepon langsung dari Amri saat ditangkap ketika mereka sedang dalam perjalanan pulang setelah memperjuangkan hak lahannya yang sudah bersengketa sejak perusahaan membuka lahan bertahun-tahun yang lalu dengan cara akan melakukan pemortalan.

“Kami berangkat kesana untuk melakukan pemortalan dan terjadi silang pendapat dengan pihak keamanan perusahaan. Sehingga kami tidak jadi pemortalan. Saat mengarah pulang kami ditangkap oleh pihak Polsek Sekayu, ” Ujar Amri.

Di lihat dari fhoto yang di kirim oleh Amri kepada Redaksi Pusat, Pihak Polsek seperti menganggap mereka tahanan kelas kakap, karena untuk makanpun tangan mereka masih di borgol, entah prosedur yang seperti apa yang mereka terapkan kepada warga yang jelas jelas menuntut hak atas tanah yang telah di gunakan oleh PT. IAM.

” Kami juga sebelum berangkat ke lokasi yang akan di portal, telah melapor ke Polsek Lais, dan di idzinkan berangkat, sehingga kami membawa perlengkapan seperti Tenda, Tali, Parang untuk potong memotong guna pemortalan, itupun kami batal memortal dan akan kembali pulang, eh diperjalanan arah pulang, kami malah di tangkap, ” Papar Amri.

Kasus sengketa ini sebetulnya telah di laporkan melalui surat langsung ke Istana Presiden Jakarta dan masih dalam proses penyelidikan pihak Hubungan Antar Lembaga ( Hublem), Kantor Sekertariat Presiden ( KSP) atas instruksi Presiden Jokowi yang memiliki program untuk menyikat habis mafia tanah di Indonesia.

Pihak media-istana.com telah menyayangkan tindakan penangkapan dan pemborgolan warga itu, dan apakah harus di borgol ketika akan menyantap makanan? Itukah prosedural kepolisian yang selalu menggaungkan kata Humanis?

Sementara sampai berita ini diturunkan, pihak redaksi masih berusaha menghubungi perwakilan PT. IAM yang melaporkan kejadian itu serta pihak Polsek Sekayu untuk mengkomfirmasi kronologi kejadian penangkapan.

( Dadang).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *