YUFINIA MOTE, Mama Nabire – ” Saya merasa Terdzalimi atas Proses Pemilukada di Nabire

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, 24 Agustus 2021 ~ media.istana.com/jwgroup :

Yufinia Mote sebagai salah satu Tokoh Pemeberdayaan Perempuan di Nabire serta memiliki kedekatan langsung dengan Kader Generasi Penerus Nabire Papua merasa harus memperjuangkan serangkaian proses Pemilihan Kepala Daerah yang membuat dirinya terdzalimi.

Pilkada Nabire menyisakan beragam permasalahan yang ujungnya harus di putuskan oleh Mahkamah Konstitusi, dengan adanya Gugatan dari Dua Kandidat yang menyatakan belum mau menerima Penetapan Hasil oleh KPUD Nabire atas hasil Pilkada.

Pada hari Senin, 14 Agustus 2021 – redaksi media-istana.com melakukan wawancara khusus di bilangan Jakarta Pusat pasca Persidangan Awal atas Gugatan dirinya terhadap PKPU Nabire, yakni sebagai Obyek sengketa :

Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Nabire

Nomor : 223/PL.02.6-Kpt/9104/KPU-Kab/VIII/2021

Tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Penyelenggaraan Pemungutan Suara Ulang Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nabire Tahun 2020, tertanggal 3 Agustus 2021, pukul 01.17 WIT.  

Yufinia Mote bersama wakilnya Muhamad Darwis merupakan Calon Bupati Nabire yang di usung oleh PKB, Garuda, PKS, PAN, Perindo, PSI dan Partai Berkarya – dimana pada Putaran Pertama dirinya menang. Namun kemudian karena adanya upaya yang dilakukan oleh pihak pihak tertentu, maka dilaksanakan Pemungutan Suara Ulang secara Menyeluruh di Kabupaten Nabire. dengan mengacu pada Penetapan DPT hasil Keputusan MK.

Namun pada prakteknya, sangat terlihat adanya upaya upaya yang dilakukan penyelenggara pemilu dari KPUD, PPK, PPS dan KPPS yang dilakukan serba mendadak dan tidak tersosialisasikan secara luas, diantaranya ;

  • Adanya arahan bahwa Warga yang Tidak Tercatat di DPT (Daftar Pemilih Tetap) dapat mencoblos dengan cukup membawa KTP ke Lokasi TPS
  • KPUD yang Tidak Independen dan merupakan Keluarga Langsung dari Kandidat Paslon Nomor 2 yang di tetapkan Menang oleh KPUD sebagaiaman isi dari obyek sengketa
  • Proses Pemilihan yang tidak Jujur, Adil dan LUBER – sehingga menciderai demokrasi
  • dan Pelaksanaan Pemilu yang cenderung adanya upaya pembiaran

Yufinia mengaku, dirinya sangat kecewa atas penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di Nabire yang dilaksanakan dengan penuh kesemrawutan dan banyak terjadi pelanggaran demokrasi. Saya, memohon kebijaksanaan dari Majelis Hakim Konstitusi untuk memberikan Keputusan yang se-adil-adilnya guna kepentingan kemajuan Nabire. ” Saya merasa terdzalimi dan dirugikan atas penyelenggaraan Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang kemudian seolah-olah terburu-buru untuk kemudian di terbitkan Penetapan KPUD”

di satu sisi, Salah satu Warga Milenial dan Kaum Muda Nabire menyatakan bahwa dia sangat berharap agar Nabire bisa lebih maju lagi, damai dan terus fokus pada pengembangan dalam berbagai bidang pembangunan yang ada.

Nabire harus terus damai dan selalu menjadi naungan hidup bagi semua warga Nabire dalam bingkai kerukunan dan terus maju, tutur Hendra (Tokoh Muda Nabire).

Setelah melalui Sidang Pertama yang berisikan Pemeriksaan Berkas Gugatan, maka Paslon Yufina-Idris akan terus mengawalnya dengan sangat serius dan agar dapat dikabulkan semua materi gugatan yang diajukan kepada Yang Mulia Mahkamah Konstitusi.

(red.anrjw001 :jwgroup)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *