Bandara Internasional Ngurah Rai dukung dan laksanakan kebijakan PPKM Jawa-Bali

  • Whatsapp
banner 468x60

Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai-Bali Dukung Penuh Kebijakan PPKM Darurat Jawa-Bali sebagai Implementasi Ketentuan Perjalanan Baru, Mulai 5 Juli 2021

Kantor Cabang PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai – Bali mendukung penuh penerapan kebijakan Pemerintah, terkait ketentuan PPDN (Pelaku Perjalanan Dalam Negeri), pada masa PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat, untuk menekan lajuĀ  penularan Covid-19, yang belakangan ini, meningkat cukup tajam.

Ketentuan perjalanan udara baru ini, berdasarkan SE (Surat Edaran) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor SE 45 Tahun 2021 tentang “Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri”, dengan Transportasi Udara, pada masa pandemi Covid-19, yang mulai diberlakukan, pada 5 Juli 2021 mendatang.

Surat Edaran Kementerian Perhubungan ini, merupakan turunan dari SE (Surat Edaran) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 nomor 14 tahun 2021 tentang “Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri” dalam masa pandemi Covid-19.

Pada Surat Edaran Kemenhub Nomor 45 Tahun 2021 tersebut, dinyatakan syarat dokumen bagi calon penumpang penerbangan antar bandara di Pulau Jawa, penerbangan dari atau ke bandara di Pulau Jawa, dan penerbangan dari atau ke bandara di Pulau Bali, yaitu Sertifikat Vaksin Covid-19 pertama dan surat keterangan hasil tes negatif RT-PCR, yang memiliki QRCode dan sampelnya diambil, dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam, sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia.

Untuk calon penumpang yang belum divaksin, karena, alasan medis berdasarkan keterangan dokter spesialis, dapat melakukan perjalanan udara dengan syarat dokumen, yaitu surat keterangan dari dokter spesialis dan hasil test negatif RT-PCR, memiliki QRCode, yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam, sebelum keberangkatan.

Jika hasil tes RT-PCR calon penumpang yang belum divaksin dengan alasan medis tersebut negatif, namun menunjukkan gejala, maka calon penumpang tersebut, tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan melakukan tes diagnostik RT-PCR serta isolasi mandiri, selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.

General Manager Kantor Cabang PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali, Herry A.Y. Sikado, mengungkapkan bahwa, para petugasnya yang berada di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai – Bali bersama “Stakeholder” komunitas bandara, siap menerapkan ketentuan perjalanan orang dalam negeri, melalui udara, pada PPKM Darurat Jawa-Bali 3 hingga 20 Juli 2021, sesuai SE Kemenhub Nomor 45 Tahun 2021, yang akan mulai diimplementasikan pada 5 Juli mendatang.

Dijelaskan, pihaknya sangat konsisten menerapkan protokol kesehatan dan para petugasnya terus memonitoring penerapannya, agar dapat terlaksana sesuai prosedur.

Sementara, untuk penumpang yang akan menuju Pulau Bali melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, lanjut Herry, telah siapkan fasilitas PCR saat tiba, bagi calon penumpang, yang berasal dari daerah yang belum tersedia layanan PCR, sementara bisa menggunakan hasil negatif “Rapid Test Antigen” dan wajib melakukan PCR saat tiba di kedatangan dengan biaya sendiri.

“Maka dari itu, pihaknya menghimbau masyarakat yang memang benar-benar, harus melakukan perjalanan udara, pada masa PPKM Darurat ini, untuk dapat mempersiapkan dokumen syarat penerbangan, sehari sebelum keberangkatan dengan benar dan teliti, serta tiba di bandara sekitar 3 jam sebelum waktu keberangkatan, demi kenyamanan dan kelancaran proses keberangkatan serta untuk menghindari penumpukkan pemeriksaan dokumen syarat perjalanan,” pungkas Herry.

(Red.jw001)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *