NURUL IBTIDA Pakuhaji Tangerang : Pesantren Kobong dengan Metode “Ngaji Privat”, efektif untuk Santri

  • Whatsapp
banner 468x60

Tangerang, Pakuhaji – media-istana.com ; 18 juni 2021

Berbagai Pondok Pesantren yang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air Indonesia, senantiasa mengedepankan AKHLAK dalam setiap pola pendidikannya, serta mengutamakan pembelajaran ADAB (Budi Pekerti dan Tingkah Laku Sopan Santun), yang menjadi ciri khas metodologi pembelajaran di Pesantren.

Salah satu pesantren kobong, atau pesantren tradisional yang lebih populer disebut “pesantren salafi”, merupakan sebuah LEMBAGA TIANG PENYANGGA “dinnul-islam” yang terus menerus dipertahankan oleh kalangan Ulama Muslim guna kepentingan Agama dan Keberkahan Umat di muka bumi ini.

Diantara sekian banyak Pesantren Kobong yang ada saat ini, yakni Pondok Pesantren Nurul Ibtida di Pakuhaji Tangerang, tepatnya di Kampung Duri Desa Pakualam Kabupaten Tangerang Banten. Yang dalam kesehariannya mengajarkan para santri dengan metode privat atau di ajarkan secara langsung oleh Pengasuh atau Pembimbing kepada Santri dalam jumlah yang terbatas, yakni 2 sampai dengan 5 orang santri saja dalam setiap sesi “ngaji”-nya.

Hal tersebut dinilai sangat efektif bagi perkembangan dan kemajuan Santri dalam menerima tranformasi ilmu yang diberikan dan diajarkan oleh Kyai atau Guru nya. Demikian yang disampaikan oleh Ustadz Sueb Senofati yang menjadi Pimpinan dan sekaligus Pengasuh serta Pembimbing Santri di Ponpes Nurul Ibtida tersebut.

Secara khusus Ustadz Sueb, panggilan akrabnya menjelaskan bahwa saat ini Santri yang bermukim di Ponpes Nurul Ibtida berjumlah sekitar 72 orang yang berasal dari anak yatim dan dhuafa serta kurang mampu. Karenanya memerlukan sebuah kkonsentrasi penuh dalam hal mendampingi dan mengajarkan berbagai ilmu dalam pesantren, agar mereka semua dapat dengan baik menerima ilmu agama yang di ajarkan. sejak berdirinya dari Tahun 2012 sampai saat ini, Ponpes Nurul Ibtida tidak mengedepankan prinsip pole pembelajaran dalam metode modern yang justru akan menyulitkan santri.

Dengan berhadap-hadapan langsung serta satu persati selayaknya belajar privat, justru sangat efektif untuk mendeteksi sejauhmana santri tersebut mampu menyerap ilmu yang diajarkan, demikian papar Ustadz Sueb.

Dalam hal ini, pondok pesantren Nurul Ibtida bertekad untuk terus berupaya melestarikan pola pembelajaran “Ilmu-Man-qul” yang sudah sejak jaman dahulu turun temurun diajarkan dan dicontohkan oleh para Ulama dan Guru Guru Auliya pada jamannya masing-masing. barakallah,.

 

(red.jw001-media-istana.com)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *