Menteri Pendidikan diharap berikan kebijakan untuk masalah pada Universitas Halu Oleo dalam Proses Pemilihan Rektor

  • Whatsapp
banner 468x60

SELEKSI MERAIH JABATAN REKTOR PADA UNIVERSITAS HALU OLEO SULTRA DI DUGA BERMASALAH

Kendari, 22 Mei 2021 II jurnalwicaksana.com ; Kepemimpinan dalam sebuah Perguruan Tinggi kerap menjadi sebuah komiditi kepentingan dari berbagai Praktisi dan Profesional Pendidikan yang terkesan muncul nuansa perebutan oleh beberapa kandidat dengan latar belakang akademis yang saling berkepentingan di dalam Perguruan Tinggi Tersebut.
Sejak diberlakukan Otonomi Kampus, yang berarti adanya pelimpahan Hal Pengelolaan Kampus oleh Pihak Kementerian Pendidikan Tinggi kepada Pihak Rektorat pada masing – masing Perguruan Tinggi Negeri (Rektorat PTN), memunculkan sebuah DInamika Kebijakan Rektor yang terkadang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan insan pendidikan tinggi di Indonesia.
Di awali dalam sebuah proses Pemilihan Rektor pada Perguruan Tinggi Negeri yang sudah di atur dalam Permenristekdikti No. 1 Tahun 2015 yang berisikan tentang mekanisme Pemilihan Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri di Idonesia. Maka kemudian seorang Dosen Senior yang memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan berkompetisi untuk menjadi Rektor (Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri) yang kemudian di tetapkan oleh Menteri Pendidikan sebagai Pejabat Rektor dimaksud.
Dalam proses kompetisi tersebut, ada berbagai Upaya Pemenuhan Persyaratan yang dilaksanakan oleh masing – masing kandidat Rektor yang memenuhi syarat. Lalu ada yang melakukannya dengan penuh kejujuran akademik, dan juga ada yang memenuhi persyaratannya dengan melakukan tindakan yang tidak jujur dalam memenuhi persyaratan yang dimaksud.

Salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia yang saat ini tengah terjadi adalah Pemilihan Rektor pada Universitas Halu Oleo (UHO) di Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Yang sampai saat ini terjadi dinamika yang memunculkan permasalahan yang cukup serius untuk diambil kebijakan oleh Menteri.
Mekanisme yang saat ini diberlakukan adalah dipilihnya 3 Besar Kandidat Rektor yang kemudian disetorkan kepada Menteri melalui Dirjen Pendidikan Tinggi untuk dipilih dan ditetapkan oleh Menteri sebagai Rektor terpilih.
Permasalahan yang muncul adalah, adanya keterpenuhan aspek dasar akademis yang telah pernah ditempuh oleh masing masing kandidat, terutama mengenai Hasil Karya Ilmiah yang membawanya pada Jabatan Profesor. Bahwa ada salah satu kandidat yang di duga melakukan tindakan “plagiasi/plagiat” yang apabila di biarkan atau dilakukan pembiaran atau pemberian toleransi atas adanya hal plagiasi tersebut, maka hal itu akan menimbulkan tercorengnya dunia pendidikan tinggi di Indonesia.
Keresahan di kalangan masyarakat dan praktisi akademis, akan menimbulkan efek domino yang berkepanjangan jika sampai terjadi adanya Rektor Perguruan Tinggi Negeri yang melakukan plagiasi dalam meraih jenjang Guru Besar yang di sandangnya. hal ini tidak boleh di biarkan dan harus segera di ambil tindakan secara khusus sesuai dengan tata peraturan yang berlaku bagi kalangan insan perguruan tinggi di Indonesia. Substansi Pembuatan Karya Tulis yang menjadi Makalah Publikasi Ilmiah yang di susun secara Plagiasi untuk meraih Gelar Profesor adalah merupakan kategori “pembohongan publik”, yang cukup serius. Sehingga perlu adanya campur tangan langsung dari Menteri Pendidikan untuk memberikan kebijakan guna menganulir status pencalonan salah satu Guru Besar / Profesor yang saat ini masih tercantum sebagai salah satu di antara kandidat Rektor Pada Universitas Halu Oleo.
Masyarakat dunia pendidikan tinggi akan terkena imbas, jika terjadi pembiaran atau bahkan sampai muncul penetapan Guru Besar tersebut menjadi Rektor. Karenanya sikap dan kebijakan khusus dari Pejabat Tertinggi pada Kementerian Pendidikan harus dilakukan guna mencegahnya, dimana tindakan preventif yang sangat perlu adalah sebuah keberanian sosok Menteri Pendidikan untuk memberikan Kebijakan atau bahkan membuat aturan dalam bentuk Peraturan Menteri yang mempersyaratkan perihal mengenai Bakal Calon Perguruan Tinggi Negeri, tidak boleh terkena unsur “plagiasi”, dimana perihal tersebut akan dapat berlaku di seluruh Indonesia. semata mata untuk menjaga “marwah” Perguruan Tinggi yang mencetak Para Sarjana di tengah masyarakat, maka hal itu sangat penting segera dilakukan. mengingat tahapan yang saat ini sedang berlangsung adalah Tahapan Rekomendasi 3 Besar Kandidiat pada Perguruan Tinggi / Universitas Halu Oleo.
Jika masalah tersebut disegerakan dalam hal pengambilan kebijakan oleh Menteri Pendidikan, maka imbasnya akan berpengaruh kepada Proses Pemilihan Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Indonesia yang saat ini jumlahnya ratusan dan tersebar di seluruh Proivinsi di Indonesia.

Di susun berdasar Investigasi Jurnalistik, Nara Sumber (di rahasiakan redaksi)
Dokumen sumber berita sebagai Data Base Redaksi Dalam ruang lingkup UU No.40 Tentang Pers Th.1999 & Kode Etik Jurnalistik
(red.jw001: jwgroup/mei2021)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *