Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Jakbar, Di Gugat

  • Whatsapp
banner 468x60

Suasana di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Jalan Letjend S. Parman Kavling 71 Slipi,Jakarta Barat Selasa 27 April 2021 pukul 12:30 siang, terasa memanas, apalagi sedang ada agenda gugatan ke pihak Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Daerah Jakarta Barat.

Pihak Penggugat diwakili oleh perwakilan tiga orang korban bersama satu orang saksi dari pihak korban didampingi pengacara termasuk pengacara dari pihak tergugat serta Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Daerah Jakarta Barat mengikuti Sidang Perkara Perdata dengan nomor perkara 390/pdt.G/2020/PN jkt.brt

Dengan agenda sidang melengkapi bukti pending dari penggugat sekaligus mendengarkan keterengan saksi.

Pada saat sidang dimulai, Pengacara dari pihak Penggugat atas nama Ir Gerson Nggadas mengajukan beberapa pertanyaan kepada saksi, salah satu poin pertanyaan penting yang diajukan adalah menyangkut status kepengurusan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun ( PPPSRS /P3SRS )

Kemudian Saksi mengatakan bahwa dia tidak paham tentang urusan tersebut dan saksi hanya menjelaskan kronologis kejadian banjir yang terjadi di basement apartemen Centro City Residence pada tanggal 1 Januari 2020 sekitar pukul 06:00 pagi di mana air pada saat itu masuk melalui bekas jebolan atau bobokan tembok basement tower baru West Point ke basement Tower Centro City Residence.

Saya dengan team saya tidak bisa berbuat banyak pada saat kejadiand dikarenakan tidak adanya fasilitas pendukung seperti alarm, pengeras suara, assembly point, sehingga kami hanya bisa melakukan evakuasi kendaraan baik motor maupun mobil, dengan cara didorong dan ditarik ramai-ramai dibantu oleh beberapa penghuni Apartemen Centro City Residence,

Sambung saksi sebelumnya pihak korban penghuni apartemen yang berjumlah sekitar dua ratusan lebih sudah berupaya untuk melakukan konfirmasi ke pengelola Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS ) agar mau bertanggung jawab atas kelalaian yang terjadi karena adanya proyek pembangunan tower baru (West point) yang selama ini belum pernah terjadi ada kebanjiran di area basement tersebut. Namun pihak pengelola PPRS dalam hal ini diwakili oleh Ibu Kiki selaku Dierektur dari PT Multi Artha Griya (MAG) pada saat itu tetap berdalih untuk tidak ganti rugi karena alasan ‘Force Majeure’ atau bencana alam.

Namun pada faktanya banjir itu terjadi karena atas kelalaian mereka sendiri (bobok atau jebol tembok basement to basement) untuk jalur keluar masuk kendaraan tanpa persetujuan mayoritas dari penghuni Apartemen Centro City Residence yang berlokasi di Jalan Macan kavling 4-5 Jakarta Barat.

Sidang akan dilanjutkan pada tanggal 28 Mei 2021 nanti, dengan agenda mendengarkan keterangan dari saksi ahli.

Sampai sekarang Pihak Korban Kendaraan penghuni apartemen centro City Residence sangat berharap tanggung jawab penuh dari Pengelola Apartemen Centro city Residence.

( Hatman).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *