FESTIVAL SENI BUDAYA DAERAH KABUPATEN SUMEDANG 2019 “Pagelaran Tari Umbul Kolosal diikuti 5.555 Penari”

Sumedang, Media Istana.
Pesona tarian umbul kolosal kabupaten sumedang digelar akhir tahun ini 2019 yang melibatkan 5.555 penari, peserta mulai dari anak anak sekolah hingga para orang tua dan lanjut usia turut memeriahkan acara tersebut. Bertempat di Satker Area Bendungan Jatigede Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.Selasa (31/12/2019)

Gelar Tari Umbul yang cukup meriah, kompak dan tampil serasi berpakaian kebaya yang beragam warna warni, ditambah dengan gaya nyentriknya mengenakan kacamata riben (kacamata hitam-red). Ada ciri khas tersendiri dengan kharismatiknya penari umbul tersebut.

Tari Umbul kolosal kini muncul kembali setelah sekian lama tidak pernah lagi di gelar. Sebuah tarian yang cukup fenomenal, sekitar tahun 1940an, Tari Umbul ini hadir di bawa oleh seorang seniman asal indramayu bernama Kalsip. selanjutnya tari ini di kembangkan oleh seorang penari asal paseh,tepatnya di Dusun Parugpug Desa cijambe, Sumedang,Jawa Barat bernama ma Jaer/bu Misrem. Tari Umbul lahir sebagai bentuk ketidaknyamanan masyarakat terhadap penjajahan belanda pada saat itu,sehingga ekpresi tersebut disalurkan dalam bentuk tarian yakni tari umbul kolosal.

Tari umbul kolosal ini merupakan kreativitas seni asli warga Sumedang dengan dukungan personil 5.555 penari, perwakilan dari 270 Desa di 26 Kecamatan se-Kabupaten Sumedang. Event ini digelar tuntas hingga tengah hari dan cukup memuaskan. Acara yang diselenggarakan tetap berjalan lancar dan tertib. Selain tari umbul yang ditampilkan ada beberapa tari kreasi lainnya persembahan dari grup Sona Soni Sumedang yakni tari jaipongan bajidoran, Hiburan Calung dari Sanggar Melisa Nada, Seni Kliningan dari Paguyuban Sinden Sumedang juga grup band dari Paguyuban SAS, SMTV.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, ST.MM. Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan,SE, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman,M.Si, Kabid Pemdes Propinsi Jawa Barat Hadi Tri Santosa. Kapolres Sumedang AKBP Dwi Indra Laksmana,SIK,M.Si, Dandim 0610/Sumedang Letkol, ARH Novianto Firmansyah,SE, wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumedang, Ilmawan Muhammad,S. Ag.para pimpinan bank di Kabupaten Sumedang, Unsur Forkopinda se-Kabupaten Sumedang juga para tokmas budaya & adat se-kabupaten Sumedang.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Dalam sambutannya menyampaikan, “Dengan adanya pagelaran kesenian Tari Umbul kolesal ini merupakan kegiatan pertama diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten sumedang, digelar diakhir tahun dimeriahkan untuk menyambut tahun baru 2020 dan merupakan satu sarana promosi wisata budaya kabupaten sumedang.
Tari Umbul Kolosal ini akan diproyeksikan menjadi agenda tahunan, “ujarnya.

Menurut Dony pihaknya juga sudah mempersiapkan kalender pariwisata kedepannya., diperkirakan ada 31 event pariwisata akan di gelar ditahun 2020.”imbuhnya menjelaskan

Disela sela kesibukannya menurut Herman Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Mendengar issue yang menyebar berita yang tidak jelas. “itu tidak benar, peserta penari umbul semuanya selamat dan kembali pulang ke rumahnya masing masing.Dari peserta penari umbul tidak ada yang meninggal, hanya salah satu dari awak media yakni seorang wartawan majalah sdr. Ade Sutarya yang meninggal dunia saat pulang di rumahnya.”jelasnya menyampaikan

Berdasarkan informasi dari kepala dinas kesehatan Kabupaten Sumedang, “memang ada sekitar 78 peserta penari yang ditangani di posko kesehatan dari keluhan pasien penyebabnya adalah karena kelelahan karena kekurangan asupan makanan (Hypoglikemi) dan kekurangan asupan cairan (Dehidrasi)

Dijelaskan juga oleh Herman, bahwa panitia pelaksana sudah melakukan persiapan dan antisipasi terkait hal tersebut yakni dengan di siapkannya tenaga medis, perawat, bidan dan tenaga lainnya sebanyak 42 orang. Selain itu di lokasi juga di sediakan sarana ambulans 7 unit kendaraan.imbuhnya menjelaskan.

“Mohon kepada warga masyarakat agar berhati hati menyimak berita via medsos, pastikan informasinya yang akurat, akuntable, jelas, jangan sampai terpancing, ikut memviralkan berita yang tidak benar.” Ujarnya kembali menegaskan.
(Hani Ismaya-smd)