Partai Salah Urus. OSO DITUNTUT MUNDUR Partai Salah Urus. OSO DITUNTUT MUNDUR
MediaIstana.com; Jakarta 18Mei2019 :21.15WIB, (anr) Partai Salah Urus, OSO dituntut Mundur. Buntut dari tidak lolosnya Partai Hanura menembus angka Parlementary Treshold membuat kekecewaan sebagian... Partai Salah Urus. OSO DITUNTUT MUNDUR
MediaIstana.com; Jakarta 18Mei2019 :21.15WIB, (anr) Partai Salah Urus, OSO dituntut Mundur. Buntut dari tidak lolosnya Partai Hanura menembus angka Parlementary Treshold membuat kekecewaan sebagian besar kader diberbagai tingkatan khususnya kader-kader yang merasa sudah berbuat banyak dalam membangun Partai Hanura sejak berdiri, hal tersebut diungkapkan oleh Dimas Hermadiyansyah mantan Wasekjend Partai Hanura di Era Kepemimpinan Wiranto sebagai Ketua Umum.       (Dimas Herwidiyansyah : Sekjen Pemuda Hanura)     Dimas mengatakan sejak Pak Wiranto membuat keputusan memilih OSO sebagai Ketua Umum memang sudah muncul polemik pro kontra terkait figur OSO yang kontroversial, namun demikian kami kader-kader yang taat azas pada akhirnya ikhlas Partai Hanura dipimpin oleh OSO dg catatan OSO harus taat dan patuh kepada Pakta Integritas yang disepakati. Proses kepemimpinan OSO pun akhirnya berjalan, tapi belum lama memimpin berbagai hal kontroversial yang keluar dari point-point pakta inetegritas sering dilakukan oleh OSO, yaitu tidak mampu menjaga kondusifitas dan soliditas kepengurusan dengan melakukan pemecatan pengurus diberbagai tingkatan tanpa melalui mekanisme yang sesuai dengan peraturan organisasi. Hal itulah yang memperuncing konflik internal dan berujung adanya Munaslub sehingga Hanura Pecah menjadi dua kubu, walau kubu Munaslub harus pasrah karena yang diakui Menkumham tetap Hanura yang dipimpin oleh OSO. Dimas berpendapat ada cara kepemimpinan OSO yg salah yaitu terlalu arogan dalam memimpin dan Partai diurus seperti Perusahaan miliknya sendiri, beberapa point kesalahan OSO diantaranya adalah : 1. Kader-kader terbaik diganti/dinonaktifkan diberbagai tingkatan diganti dengan orang baru yang belum paham sepenuhnya terhadap kultur perjuangan Partai Hanura. 2. Sosialisasi partai tidak jalan, bahkan yang dikembangkan hanya euforia-euforia berupa mimpi-mimpi tanpa realita. 3. Para caleg adalah banyak dari anggota baru yang hanya mengutamakan asas manfaat politik semata. 4. Tidak adanya program dan target pemenangan yang jelas dalam memperebutkan kursi yang tersedia di setiap Dapil Nasional. 5. Dana Partai tidak jelas pengelolaannya sehingga tidak memiliki nilai manfaat dalam program pemenangan Partai, salah satunya dalam pemenuhan program Saksi Partai, padahal kita semua tau Partai Hanura memiliki anggaran yang cukup untuk hal itu. Karena OSO dianggap gagal maka Dimas berharap OSO mengundurkan diri, kalau tidak mau mundur sebaiknya Dewan Pembina yaitu Pak Wiranto ambil sikap, karena Partai Hanura Harus dikembalikan kepada khitah Perjuangan Partai yang tertuang dalam 5 Nilai Dasar Perjuangan Partai yaitu : Ketaqwaan, Kemandirian, Kebersamaan, Kerakyatan dan Kesederhanaan, sedangkan OSO tidak paham terhadap Nilai Dasar yang harus diterapkan dalam mengurus partai Hanura. Kegagalan ini harusnya membuat OSO sadar dan intropeksi diri bukan malah menyalahkan orang lain, apalagi menyalahkan Pak Wiranto yang sudah berbuat baik memberikan kepercayaan kepada OSO, janganlah seperti pepatah ditolong malah menggigit atau pepatah kacang lupa kulitnya, ungkap Dimas yang saat ini juga sebagai Ketua DPP KNPI dalam kalimat penutupnya.

admin

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *