KASI memilih Netral, SMI (Sangha Mahayana Indonesia) tegas mendukung Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019

 

Jakarta – media-istana.com , Perhelatan kampanye Pilpres 2019 yang senantiasa menimbulkan munculnya komentar pro dan kontra merupakan dinamika politik yang sudah lazim terjadi dalam setiap pertarungan politik diberbagai penjuru dunia.
Termasuk di Indonesia, dimana semakin memanasnya persaingan politik yang tersentral pada pilpres 2019 yang kemudian secara otomatis memunculkan dua kubu yang saling berseberangan dalam pilihan dan dukungan.
Begitu pula perihal ini terjadi dalam keberadaan Umat Beragama di Indonesia, fakta menunjukkan bahwa banyak Para Ulama, Kyai, Pastur, Pendeta , Bhadande Hindu, Bhikkhu/Bhiksu Buddha serta Pandita Kongcu yang secara terbuka ataupun tertutp menyatakan mendukung Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi dan Ma’ruf Amin. Demikian Pula, ada para Ulama, Kyai, Rohaniwan Non Muslim dan Agamawan yang juga menyatakan dukungannya secara terbuka dan ataupun tertutup mendukung Pasangan Prabowo dan Sandi.
Perihal tersebut tidak bisa kemudian di dramatisir sebagai legitimasi umat secara keseluruhan dalam menentukan arah pilhan politik masing-masing.
Saling ejek, saling kritik dan saling menyebarkan komentar bernada mencibir, juga seringkali muncul dalam berbagai tulisan yang kemudian di unggah dalam media sosial (medsos) yang sekarang ini semakin menjamur.
Pertarungan sentimentil bernada tulisan saling klaim, juga muncul dengan serta merta, bahkan di media online sekalipun. Hal ini akhirnya memunculkan polemik baru diantara mereka yang berseteru akibat perbedaan dukungan.

 

(Bhiksu Gunabhadra Mahasthavira & bhiksu Chandra Sudarmo, selaku Ketum dan Sekjen SMI)

 

 

 

Sebagai bukti dari perseteruan hal itu, pada Selasa – 09 april 2019 termuat berita pada salah satu media online : SUARA.com dengan judul “HEBOH Biksu Hadiri kampanye Akbar Prabowo di GBK, Diduga Gadungan”, dimana dalam materi pemberitaanya didasarkan pada komentar KASI (Konferensi Sangha Agung Indonesia) yang menyebutkan Foto 2 orang Biksu yang dinyatakan Tidak Tergabung dalam KASI.
Kemudian SUARA.com juga mengutip akun twitter @yusuf_dumdum “tipu-tipu lagi, ternyata bukan biksu, biar dianggap toleran,”.
Pada bait selanjutnya, tertulis juga bahwa Sekretaris Jenderal KASI menegaskan bahwa kedua orang biksu-biksu tersebut tidaklah tergabung dalam KASI.
Melalui kesempatan langsung, redaksi media-istana.com mendapatkan klarifikasi langsung dari 2 orang yang disebut sebut sebagai Bhiksu Gadungan, yang bernama Bhiksu GUNABHADRA MAHASTHAVIRA dan Bhiksu CHANDRA SUDARMO MAHASTHAVIRA, keduanya secara tegas menyatakan bahwa kami merupakan Bhiksu yang memiliki Organisasi Berbadan Hukum, yakni SANGHA MAHAYANA INDONESIA.
Bhiksu Gunabhadra selaku Ketua Umum Sangha Mahayana Indonesia dan Bhiksu Chandra Sudarmo sebagai Sekretaris Sangha Mahayana Indonesia secara tegas memiliki pandangan dan arah dukungan, dan secara prinsip berhak pula untuk menyatakan Dukungan Politik kepada Calon Presiden dan Calon Wakil Presden yang saat ini tengah berjuang untuk mendapatkan Mandat Rakyat Indonesia.

 

Bhiksu Gunabhadra Mahasthavira (Ketua Umum Sangga Mahayana Indonesia)

 

 

Menanggapi pemberitaan pada media SUARA.com tersebut, Gunabhadra memberikan komentar bahwa urusan dukung mendukung dan ikut hadir dalam kampanye, itu adalah menjadi Hak Asasi kami yakni Hak Memilih dan Hak Dipilih. Sangha Mahayana Indonesia dibawah kepemimpinan saya selaku Ketua Umum secara terang terangan menyatakan dkungan kepada Prabowo Sandi, dan itu kami lakukan dengan tanpa paksaan dan arahan dari pihak manapun. Artinya kami hadir dan kami mendukung , jelas dengan penuh pertimbangan dan analisa politik yang sudah kami pelajari dengan seksama.

Mengenai sebutan status yang menuding kami sebagai Bhiksu Gadungan, itu Hak mereka berkomentar , entah tujuan apa atau motif apa… itu hanya mereka yang tahu. Tetapi kami tahu dan kami sadar tentang definisi bhiksu dan keanggotaan Sangha secara Hukum Agama Buddha. Terang Gunadhadra dengan nada tegas.
Ketika media-istana.com , menanyakan komentar tentang dikeluarkannya Pernyataan Konferensi Agung Sangha Indonesia, tertanggal 8 April 2019 yang di tanda tangani oleh Bhadra Ruci, Biksu – maka Gunabhadra menerangkan bahwa KASI secara jelas menyatakan NETRAL, bukan menyebutkan kami sebagai biksu gadungan. Dan itu merupakan Pernyataan yang juga politis. Artinya NETRAL itu berarti Pilihan KASI. Dan tidak salah jika kami yang juga memiliki Organisasi yang berbadan hukum jelas dan telah mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM, melalui Dirjen Administrasi Hukum Umum memiliki HAK PILIHAN POLITIK juga, yakni kami mendukung Prabowo Sandi untuk memimpin Bangsa Indonesia dalam 5 tahun mendatang.

 

 

Bhiksu Chandra Sudarmo selaku Sekjen SMI berjabat tangan dengan Jenderal TNI (purn) Djoko Santoso selaku Ketua Pemenangan Prabowo-Sandi

 

 

 

Kami atas nama Sangha Mahayana Indonesia dan juga bagian dari Warga Negara Indonesia hadir dan memberikan dukungan serta turut aktif dalam acara kampanye, itu juga merupakan Pilihan kami, terang Gunabhadra.
Kemudian menanggapi twitter dan komentar komentar miring yang cenderung mendeskriditkan individu kami, maka kami akan melakukan upaya hukum yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, yakni kami akan melaporkan akun atau orang yang menulis komentar dengan delik pengaduan pencemaran nama baik dan penyebaran ujaran kebencian di publik, ini ada aturan hukumnya saat ini. Tegas biksu Gunabhadra yang saat ini tengah menempuh program doktoral di Institute Kesenian Jogjakarta.
Bahkan dalam hari terakhirterakhir m Pemilu 17 April 2019 besok, SANGHA MAHAYANA INDONESIA dibawah kepemimpinan Bhiksu Gunabhadra akan segera menerbitkan Surat Pernyataan Dukungan Politik terhadap Pasangan Capres dan Cawapres , Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (anr)