Media-istana.com, TANGERANG – Pembangunan Gedung Ruang Parkir Gelanggang Olahraga (GOR,) Dimyati, Kota Tangerang dikeluhkan warga pengguna GOR. Pasalnya selain lantainya licin dan becek, di...

Media-istana.com, TANGERANG – Pembangunan Gedung Ruang Parkir Gelanggang Olahraga (GOR,) Dimyati, Kota Tangerang dikeluhkan warga pengguna GOR. Pasalnya selain lantainya licin dan becek, di lokasi itu juga tidak ada lampu penerangan pada malam hari.

Salah seorang warga, R. Nasution menuturkan kalau kondisi gedung parkir itu kurang layak, sebab selain lantainya licin dan penuh tanah, gelap dan terkesan kurang memadai, pekerjaan lahan parkir itu juga dinilai asal jadi aja. “Saya parkir disitu licin, dan hanpir terjatuh karena banyak tanah yang becek, apalagi kalau malam hari juga gelap sebab tidak di pasang lampu penerangan,” ucap kesalnya.

Dikatakan R. Nasution kalau lantai dua gedung parkir itu juga tidak ditutup atap nya, sehingga kalau hujan turun ya tampias sampai kebawah dan bisa membahayakan para pengguna lahan parkir sewaktu akan turun ke bawah bisa bisa terpeleset “Itu juga bisa membahayakan pengendara yang parkir. Air mengalir dan licin karena tidak ada atapnya,” keluh Riki.

Seperti yang di jelaskan Rusdi Pada bulan lalu Saat dikonfirmasi, Kasi Pembangunan Dinas Perumahan Pemukiman (Perkim) Kota Tangerang, Rusdi, mengatakan, kalau pembangunan gedung parkir itu telah rampung dikerjakan oleh pihak kontraktor dan sudah dibayarkan, Namun Rusdi mengaku bahwa anggaran pembangunan gedung parkir itu masih kurang.

Kurangnya anggaran pembangunan laham parkir GOR Dimyati Kota Tangerang tidak di jelaskan secara gamblang oleh Rusdi, entah di karenakan faktor apa sehingga anggaran untuk pembangunan lahan parkir bisa kurang.

Dan masih menurut Rusdi Terkait kondisi lantai yang dipenuhi tanah, Rusdi menjelaskan kalau lantai bawah gedung parkir tidak dianggarkan dan hanya menggunakan pavling blok bekas.

“Itu sudah rampung, sudah bisa digunakan. Kalau listrik ada di RAB, tapi anggarannya masih kurang. Untuk kanopi memang belum dianggarkan. Pavling blok itu digunakan yang sudah ada. Jelas Rusdi

Ya memang anggarannya kurang, sekitar Rp 400 jutaan, sebab dari anggaran yg kita ajukan itu ada pengurangan anggaran yg di lakukan oleh TAPD (Tim Anggaran Pembangunan Daerah) tambah Rusdi.

Mendengar laporan tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto angkat bicara apabila terjadi kesalahan dalam pekerjaan Gedung Parkir itu, maka sesuai aturan, pihak kontraktor bisa dikenakan sanksi. Namun menurut Turidi, harus melihat spesifikasi terlebih dahulu.

“Kita lihat dulu spesifikasinya. Berdasarkan aturan kalau pekerjaan itu hanya selesai 80 persen maka yang dibayarkan sesuai pekerjaan. Ya, sisanya 20 persen dibayarkan pada ABT,” jelas Turidi.

Diketahui, pekerjaan gedung parkir itu dilaksanakan oleh kontraktor CV Sumber Lama Semesta, sumber anggaran biaya tambahan (ABT) APBD tahun 2018 sebesar Rp1,9 miliar. Dikerjakan sejak Juli tahun 2018 dengan masa kerja 100 hari kalender.

Pembangunan Lahan parkir Gor Dimyati Kota tangerang yang menelan biaya mencapai Rp.1,9 miliar dengan kondisi seperti itu membuat masyarakat bertanya tanya apakah sesuai dengan yang dianggarkan oleh pemerintah namun hasil daripada pengerjaan nya di nilai kurang sesuai dengan apa yang di harapakan masyarakat, baik dari segi keamanan, kenyamanan Juga prihal penerangan lahan parkir tersebut.

Hal ini patut di jelaskan kepada masyarakat apakah sesuai dengan anggaran yang begitu besar namun pembangunan lahan parkir yang asal asalan.

(Bd)

admin

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *