Catatan Debat Capres Kedua Catatan Debat Capres Kedua
Debat kedua Calon Presiden yang digelar Minggu, 17 Februari 2019 lalu, berlangsung lebih menarik dibanding debat capres-cawapres pertama. Selain moderatornya Tommy Tjokro dan Anisha... Catatan Debat Capres Kedua

Debat kedua Calon Presiden yang digelar Minggu, 17 Februari 2019 lalu, berlangsung lebih menarik dibanding debat capres-cawapres pertama.

Selain moderatornya Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki lebih santai, juga format debatnya lebih menarik karena diberi ruang waktu yang longgar saat sesi debat eksploratif dan sesi debat inspiratif.
Untuk hal ini KPU patut diapresiasi. Para panelis juga patut diapresiasi karena mampu menghadirkan pertanyaan yang menarik.

Jokowi Nampak Tegang Prabowo Terlalu Santai
Sebagai petahana sesungguhnya memungkinkan untuk memimpin debat ‘di atas angin’ dan karenanya tidak perlu banyak untuk melakukan serangan terhadap penantang. Tetapi Jokowi menunjukan sikap yang tegang dan kaku. Hal ini juga ditunjukkan dengan upaya Jokowi menyerang Prabowo.
Ada dua serangan Jokowi terhadap Prabowo yang ditujukan kepada personal Prabowo yaitu melalui kalimat “Pak Prabowo ini pesimis!”, dan pada kalimat “Jangan seperti bapak yang menguasai lahan 220 hektar di Kalimantan dan 120 Hektar di Aceh”.
Sontak kedua serangan ini dibantah Prabowo di kesempatan berikutnya dengan kalimat “Saya bukan berarti pesimis tetapi saya menyampaikan fakta agar kita bisa membangun untuk rakyat”.
Soal penguasaan lahan yang ratusan hektar oleh Prabowo dijawab dengan tenang “Kalau negara mau ambil silahkan demi kepentingan negara dan bangsa saya serahkan, tapi jangan diserahkan kepada asing, lebih baik kepada saya yang sudah jelas patriot dan nasionalis.”
Namun pada sesi awal debat kedua ini Prabowo nampak terlalu santai dan kurang memanfaatkan waktu dengan baik. Bahkan ada dua kali kesempatan untuk Prabowo yang tidak dimanfaatkan waktunya dengan baik tetapi mengatakan, cukup.

Prabowo Membuat Suasana Debat Jadi Cair
Prabowo membuat suasana Debat Capres kedua ini menjadi cair dan meredakan ketegangan, bahkan membuat moderator terheran-heran, mengingatkan berkali-kali kepada Prabowo bahwa waktunya masih ada.
Suasana santai itu terjadi ketika Prabowo enggan memanfaatkan waktu untuk menyerang Jokowi atau untuk memberikan tanggapan atas ulasan Jokowi. Prabowo bahkan mengejutkan mo­derator dengan mengatakan “kalau pikiranya sama ngapain anda paksa kami untuk diadu-adu, cukup saya kira”.
Sontak pernyataan Prabowo ini membuat hadirin heran dan tertawa. Beberapa kali juga Prabowo nampak memuji Jokowi, namun tidak ada satu kalimat pun pujian Jokowi untuk Prabowo.

Kritik Prabowo Pada Jokowi dan Ide Baru Prabowo
Meski Prabowo nampak enggan mengkritik Jokowi tetapi beberapa pernyataanya sempat membuat Jokowi mengernyitkan dahi kepalanya.
Ada kritik Prabowo saat debat meski disampaikan terlalu santun, misalnya pada pernyataan Prabowo kepada Jokowi: “Janjinya dulu tahun 2014 tidak akan impor pangan, tapi mengapa saat ini impor besar-besaran padahal katanya surplus beras?”
Selain itu Prabowo juga menyebutkan bahwa saat ini tidak sedikit pengelolaan bisnis dikelola oleh asing dan kekayaan banyak mengalir ke asing.
Hampir tidak ada ide baru yang muncul dalam debat Capres kedua itu. Kecuali sedikit saja yang muncul dari Prabowo yaitu untuk menyelamatkan lingkungan hidup akan dipisah antara Menteri Kehutan dan Menteri Lingkungan Hidup. Ide baru lainnya yang muncul dari Prabowo adalah akan membuat BUMN yang khusus menangani perikanan dan kelautan yang dikelola oleh anak bangsa sendiri bukan asing.

admin

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *